Kajian Teologis Tentang Upaya Pemberdayaan Terhadap Kaum Muda Remaja Di GPT Kristus Kasih Ukui
DOI:
https://doi.org/10.59947/redominate.v7i2.178Keywords:
kaum muda remaja, pembekalan pelayanan, pembinaan rohani, pendampingan pastoral, pemberdayaanAbstract
Penelitian ini mengkaji upaya pemberdayaan terhadap kaum muda remaja di GPT Kristus Kasih Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, melalui tiga dimensi utama, yaitu pendampingan pastoral, pembinaan rohani, dan pembekalan pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami sejauh mana gereja lokal memberdayakan kaum muda remaja bukan hanya sebagai objek pelayanan, melainkan sebagai subjek yang dipanggil untuk bertumbuh, melayani, dan berpartisipasi dalam misi Allah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis kajian teologis deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara purposif terhadap lima kelompok narasumber, pencatatan kehadiran ibadah selama Agustus 2024 sampai Agustus 2025, dan studi kepustakaan. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan triangulasi sumber digunakan untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 kaum muda remaja yang terdaftar, hanya 15 orang (32%) yang terlibat aktif dalam pelayanan, sementara 31 orang (68%) belum terlibat sama sekali. Pendampingan pastoral, pembinaan rohani, dan pembekalan pelayanan telah berjalan, tetapi masih bersifat insidental dan belum terintegrasi dalam kerangka pemuridan yang sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan kaum muda remaja harus dipahami sebagai panggilan teologis gereja dalam terang Efesus 4:11–16, konsep tubuh Kristus, dan missio Dei. Karena itu, gereja perlu menyusun kerangka pemuridan berjenjang yang memadukan ketiga dimensi tersebut secara utuh.
References
Amarkwei, C., & Joshua, D. (2024). Towards a New Pastoral Care Model for Youth Retention in the Presbyterian Church of Ghana: A Case Study of the Brong-Ahafo Presbytery. E-Journal of Religious and Theological Studies, 10(13), 455–466. https://doi.org/10.38159/erats.202410133
Anthoni, J., Watak, S. R., & Renhoar, L. D. M. (2024). Pentingnya Peran Pemuda Gereja Dalam Meningkatkan Kualitas Iman. Neria:Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 2(2), 342–360. https://doi.org/10.56942/jurnalneria.v2i2.245
Benaja, S., Suharto, D., & Lontoh, J. (2025). KORELASI PEMBINAAN WARGA GEREJA DAN MATERI PEMBINAAN BAGI PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DI GEREJA GERAKAN PENTAKOSTA IMMANUEL BOGOR BERDASARKAN EFESUS 4:11-16. Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi, Volume. 2. https://doi.org/https://doi.org/10.54765/silihasuh.v2i1.70
Bengu, R. T. (2023). Strategi Mengembangkan Pelayanan Misi Dengan Pendekatan Connecting Sebagai Role Model Pelayanan Penginjilan Bagi Remaja Di Era Digital. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan, 7(2). https://doi.org/10.51730/ed.v7i2.147
Beresaby, W. A. (2021). Pemberdayaan Jemaat dalam Perspektif Diakonia Transformatif: Studi Implementasi Dana Sharing GPM. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama, 3(2), 201–217. https://doi.org/10.37429/arumbae.v3i2.715
Droege, M. W., & Nel, M. (2024). Inclusivity in youth ministry praxis and the challenge of mainline church attrition. Verbum et Ecclesia, 45(1), 1–9. https://doi.org/10.4102/ve.v45i1.3016
Gea, E., Waruwu, A. T. M., Novalina, M., & Rohy, A. R. W. (2023). Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Remaja Kristen di Era Kontemporer. Sabda: Jurnal Teologi Kristen, 4(2), 133–148. https://doi.org/10.55097/sabda.v4i2.89
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Magezi, C. (2025). Role inversion : Equipping youth for empowerment to stabilise families in migrant communities. SABINET African Journals, 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.4102/ids.v60i1.3224
Marbun, P. (2020). Strategi dan Model Pembinaan Rohani untuk Pendewasaan Iman Jemaat. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 2(2), 151–169. https://doi.org/10.37364/jireh.v2i2.42
Mauwilik, S. S., Susanto, D., & Gaspersz, S. (2025). “The Pastoral Role in Developing Youth Participation in the GMIH Eben Haezer Tuguis Congregation, South Loloda Region,.” ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama 7, no. 2 (2025), 7. https://doi.org/10.37429/arumbae.v7i2.1669
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Msebi, M., & Beukes, J. W. (2024). Corrigendum: Enhancing youth involvement in community development: A pragmatic strategy for local churches (Verbum et Ecclesia (2024), 45, 1, (a2956), 10.4102/ve.v45i1.2956). Verbum et Ecclesia, 45(1). https://doi.org/10.4102/ve.v45i1.3267
Pangaribuan, R., & Rumetor, J. J. (2024). Peran Remaja Dalam Pertumbuhan Gereja Lokal. Proskuneo: Journal of Theology, 1(1), 46–57. https://doi.org/10.53674/pjt.v1i1.165
Panggarra, R., & Sumule, L. (2019). The Effect of Contextual Based Youth Services on the Growth of the Gereja Kemah Injil Indonesia in Samarinda City. Jurnal Jaffray, 17(1), 91–106. https://doi.org/10.25278/jj.v17i1.325
Poroe, H., Pasaribu, E. H., Idayanti, E., & Poli, M. J. (2024). Motivasi Pelayanan Musik Remaja di Gereja IFGF Jakarta Menurut 1 Timotius 4:6-16. Jurnal Apokalupsis, 15(2), 203–216. https://doi.org/10.52849/apokalupsis.v15i2.146
Rannu, R., & Sari, R. N. (2023). Dinamika Tantangan Iman Generasi Muda Masa Kini dan Strategi Pastoral untuk Mendorong Pertumbuhan Kerohanian. Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 3(2), 121–136. https://doi.org/10.55649/skenoo.v3i2.62
Wyngaard, J. (2015). Missio Dei and youth ministry: Mobilizing young people’s assets and developing realationships. Missionalia, 43(3), 410–424. https://doi.org/10.7832/43-3-120
Zebua, K. (2016). Tinjaun Teologis Mengenai Problematika Kaum Muda Masa Kini. Jurnal Pengantin Kristus, 1(2), 21–34.
Zendrato, R. N. P., Panjaitan, J. G. B., & Manullang, M. (2025). Pembinaan Warga Gereja sebagai Landasan Penguatan Pelayanan Kristen. Damai: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat, 2(1), 74–83. https://doi.org/https://doi.org/10.61132/damai.v2i1.568



